Perusahaan Rusia, Rosatom, Tawarkan Teknologi Pembangkit Nuklir ke RI

Wait 5 sec.

Duta Besar Federasi Rusia untuk RI, Sergei Tolchenov, dalam press briefing dan buka bersama di Wisma Dubes Rusia, Jakarta, Kamis (26/2). Foto: Firda Brillianti/kumparanPerusahaan pembangkit nuklir asal Rusia, Rosatom, menawarkan kerja sama teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dari kecil hingga besar untuk Indonesia.Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, mengatakan perwakilan Rosatom baru saja bertemu dengan Dewan Energi Nasional (DEN) terkait teknologi nuklir untuk penyediaan listrik tersebut."Kami sekali lagi mempresentasikan kemampuan teknologi Rusia dan kemampuan Rosatom. Dan yang membuat saya sangat senang adalah beberapa anggota DEN memahami bahwa teknologi nuklir Rusia adalah teknologi yang telah terbukti. Ini sangat penting bagi DEN," ungkap Sergei saat press briefing di Wisma Dubes Rusia, dikutip Jumat (27/2).Selain memiliki teknologinya, Sergei menyebut Rusia juga masih mengimplementasikan berbagai jenis PLTN untuk kebutuhan listrik masyarakatnya."Apa yang beberapa negara lain coba usulkan kepada Indonesia, ini adalah sesuatu yang benar-benar baru. Hanya blueprint saja. Ini adalah teknologi yang belum ada. Dan mereka bahkan tidak menerapkan teknologi ini di wilayah mereka sendiri," kata Sergei.Ilustrasi pembangkit listrik tenaga nuklir. Foto: Shutterstock/Daria NipotSergei mengatakan Rusia menawarkan teknologi Small Modular Reactor (SMR) alias reaktor nuklir kecil yang terapung hingga PLTN dengan kapasitas besar. Bahkan, Rusia satu-satunya negara yang memiliki PLTN terapung di dunia saat ini."Semua siap kami usulkan dan semua yang sudah kami gunakan di negara kami di Rusia. Kami memiliki banyak PLTN besar, gaya lama, atau teknologi baru. Rusia sekarang adalah satu-satunya negara di dunia yang menggunakan reaktor modular kecil, PLTN terapung," jelas Sergei.Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin menawarkan dukungan teknologi nuklir saat bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kremlin, Moskow, Rabu (10/12/2025). Ia menilai Indonesia nantinya bakal membutuhkan energi tersebut."Kita memiliki prospek yang sangat baik di bidang energi, termasuk pembangkit listrik tenaga nuklir. Saya tahu bahwa negara Anda memiliki rencana seperti itu, dan kami selalu siap membantu Anda jika Anda menganggap memungkinkan untuk melibatkan spesialis kami," kata Putin dalam pertemuan bilateral tersebut.Putin menegaskan hubungan Rusia-Indonesia terus menunjukkan tren positif. Ia menyebut kedua negara memperingati 75 tahun hubungan diplomatik pada tahun ini. Menurutnya, kedua negara menunjukkan kerja sama ekonomi dan perdagangan yang meningkat.