Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Jumat (20/2/2026). Foto: Widya Islamiati/kumparanMenteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebut akan menemui Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto soal pembatasan ritel modern di desa. Budi mengatakan sejauh ini belum mengetahui maksud Yandri mengutarakan pernyataan tersebut.“Saya rencananya ketemu Pak Mendes. Saya belum tahu maksudnya seperti apa,” kata Budi saat ditemui di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (24/2).Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Iqbal Shoffan Shofwan mengatakan dalam memastikan persaingan koperasi dengan ritel modern tetap sehat, pemerintah melihat adanya perbedaan pasar antara koperasi dengan ritel modern.Koperasi diutamakan untuk menampung produk dari masyarakat setempat atau umumnya UMKM, sementara ritel modern tidak.“Sementara di ritel modern itu, kan, mungkin 80-90 persen itu yang mereka jual kan produk-produk yang dihasilkan oleh pabrikannya,” tutur Iqbal.Kemudian mengenai zonasi lokasi ritel modern, Iqbal menyebut hal tersebut diatur oleh masing-masing Pemerintah Daerah. Dia mencontohkan jarak 1 km di Serpong dengan 1 km di Indramayu akan berbeda.Koperasi Desa Merah Putih Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung, Senin (24/11/2025). Foto: Linda Lestari/kumparanIqbal juga menuturkan pemerintah mengatur ketentuan ritel, baik dalam Peraturan Pemerintah (PP) maupun Undang-undang.“Terkait dengan kemitraan juga kita atur di peraturan yang terkait dengan bidang perdagangan. Terkait dengan koperasi desa, koperasi itu, kan, berada di desa-desa, sementara ritel modern yang kayak Alfamart gitu, sampai saat ini tuh statusnya itu masih berada di suasana urban gitu,” tuturnya.Dia juga mengungkap mengapa ritel modern utamanya yang berjejaring lebih banyak beroperasi di perkotaan, salah satunya karena pengelola menghitung dengan baik demografi maupun pendapatan penduduk. Karena itu, di Indonesia jarang ada ritel modern utamanya yang berjejaring berlokasi di pedesaan. “Jadi saya pikir nggak ada masalah, justru kita malah meng-encourage kemitraan antara koperasi dengan retail modern,” tuturnya.Sebelumnya, Mendes PDT Yandri Susanto mengatakan keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) akan membuat ekonomi jadi lebih merata. Dia menyoroti persoalan dominasi ritel modern di desa-desa.“Kopdes, program strategis nasional, saya kira salah satu kata kunci untuk kita memastikan pelayanan ekonomi tidak dikuasai oleh segelintir orang,” katanya dikutip dari Antara.Pernyataan tersebut diutarakan Yandri saat menjawab pertanyaan parlemen soal upaya mengatasi dominasi ritel modern yang mengancam bisnis UMKM milik masyarakat desa.