Ramadan 2026 Versi Jemaah Aboge

Wait 5 sec.

Foto Koleksi Pribadi/saat menjelang petangPemerintah menetapkan 1 Ramadan 1447 atau bertepatan hari Kamis, 19 Februari 2026 kemarin. Penetapan ini melalui rukyat dan hisab untuk menentukan hilal kemudian disampaikan hasilnya pada sidang isbat. Perbedaan untuk menetapkan tanggal 1 Ramadan sudah biasa di Indonesia. Perbedaan bagian dari sunatullah. Bagaimana dengan Jemaah Aboge?Penanggalan setiap bulan "seharusnya" diteliti melalui rukyat dan hisab, bukan sekadar bulan Ramadan dan Lebaran saja. Berkaitan dengan hal tersebut, bulan Puasa mempunyai makna tersendiri. Jemaah Aboge sudah menentukan awal Ramadan jauh-jauh hari.Islam Aboge atau Alif-Rebo-Wage (A-bo-ge) merupakan sebuah aliran Islam yang diajarkan oleh Raden Rasid Sayid Kuning. Jemaah Aboge umumnya selisih untuk menentukan Puasa dan Lebaran. Namun, pada tahun 2026 Jemaah Aboge berpuasa bersamaan dengan pemerintah.Jemaah Aboge mempunyai hitungannya sendiri atau kalender untuk menentukan setiap penanggalan. Kalendernya disebut Aboge dengan nama tahun dari bagian nama huruf hijaiyah, yaitu tahun Alif, Ha, Jim Awal, Za, Dal, Ba, Wawu, dan Jim Akhir. Nama tersebut ialah siklus sewindu bagi kalender Aboge.Pasaran dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia mempunyai arti jangka waktu yang lamanya lima hari: ~ Jawa ada lima, yaitu Legi, Paing, Pon, Wage, dan Kliwon. Dalam hal ini, perlu diketahui bahwa pasaran bagian rumus penting untuk pasangan nama hari, seperti Jumat kliwon, Selasa Wage, Rabu pon, dan seterusnya.Penanggalan awal tahun untuk kalender Aboge patokannya pada 1 Sura. Oleh karena itu, untuk menentukan setiap bulan berikutnya atau tahun depan dapat ditentukan dengan racikan rumus. Dengan demikian, Penganut Aboge setiap Ramadan atau Syawal tetap setia untuk menyelaraskan pada nilai-nilai yang semestinya.Tahun sekarang bagi Jemaah Aboge disebutnya tahun Daltugi karena tahun 2025 kemarin, tanggal 1 Suranya hari Sabtu pasarannya legi. Tahun depan (2027), 1 Suranya Kamis pasarannya legi, maka disebutnya tahun Bamesgi atau tahun "Ba". Akan tetapi, penetapan tanggal atau bulan yang sakral biasanya selisih satu atau dua hari dengan penanggalan Nasional.Jemaah Aboge berpuasa bersamaan dengan pemerintah pada Kamis Pahing, 19 Februari 2026. Hal ini seperti yang diuraikan di atas, yaitu merujuk pada awal Sura. Sanemro adalah rumus untuk menentukan awal Puasa.Dalam akronim Sanemro terdapat tiga kata, yaitu Puasa, Enam, dan Loro (dua). Puasa adalah nama bulan, enam ialah hari keenam dari hari 1 Sura yaitu Sabtu. Kita hitung hari keenam dari (1) Sabtu, (2) Minggu, (3) Senin, (4) Selasa, (5) Rabu, (6) Kamis. Hari keenamnya ialah hari Kamis untuk awal puasa. Menentukan pasarannya pun sama seperti mencari hari awal Puasa. Kata terakhir dari Sanemro ialah Ro yang artinya loro atau dua dari pasaran Legi. Susunan pasaran setelah legi ialah paing. Dengan demikian, sesuai rumus Sanemro yakni 1 Ramadan bertepatan pada hari Kamis Paing, 19 Februari 2026.Lalu untuk menentukan 1 Syawal atau Lebaran hari dan pasarannya apa saja dan rumusnya bagaimana? Untuk Lebaran rumusnya Waljiro yang artinya bulan Syawal, Siji (satu), dan Loro (dua). Siji diartikan hari pertama dari 1 Sura Daltugi, yaitu Sabtu dan Ro yang artinya loro atau dua dari pasaran legi yakni paing. Dengan demikian, Jemaah Aboge Lebaran hari Sabtu Paing atau yang bertepatan tanggal Nasionalnya 21 Maret 2026.Koleksi Foto Istimewa dengan pamanMenentukan penanggalan 1 Sura atau Muharam saat masih belajar saya berselisih dengan yang mengajari. Pasalnya tak sesuai data yang tertera pada kalender. Akan tetapi, perselisihan itu saya pahami dengan penjelasan yang amat matang. Mempelajari hal seperti ini mengenai perhitungan bukanlah hal yang mudah. Butuh proses yang panjang. Bisa juga disebutnya ilmu falak. Dalam hal ini, jujur saya baru hapal nama-nama bulan Jawa. Pengajar Aboge bukanlah orang lain melainkan paman sendiri. Kami menyebutnya kalender Aboge ialah hitungan. Dalam hal apa pun Aboge adalah hitungan. Bisa dikatakan bahwa Aboge adalah kunci. Kata orang lain, kalender Asapon (Alif Selasa Pon) untuk masa sekarang. Sebab Aboge sudah sedikit terkikis karena perputaran matahari. Akan tetapi, untuk perihal hitungan, tentunya Aboge masih lestari. Aboge bukan sekadar ilmu menentukan awal bulan atau tahun baru Hijriah saja melainkan ada hal lain yang perlu diurai. Untuk paman, terima kasih ilmunya. Semoga bermanfaat. Alfatihah. Tabik!