Kepala BPBD DKI: Jakarta Salah Satu Kota Tingkat Risiko Bencana Cukup Kompleks

Wait 5 sec.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji saat memberikan sambutan dalam kegiatan Sinergi Pentahelix Penanggulangan Bencana Tahun 2026 di Jakarta, Selasa (24/2/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparanBPBD Provinsi DKI Jakarta menggelar kegiatan Sinergi Pentahelix Penanggulangan Bencana Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mitigasi bencana yang terpadu dan berdampak nyata bagi masyarakat.Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengatakan Jakarta memiliki tingkat risiko bencana yang kompleks, sehingga membutuhkan kerja sama berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah sekitar.“Jakarta juga menjadi salah satu kota yang memiliki tingkat risiko bencana yang cukup kompleks. Tadi dalam diskusi Bapak/Ibu sudah membahas berbagai hal, misalnya kita di Utara Jakarta kena potensi bencana berkaitan dengan rob misalnya,” kata Isnawa dalam sambutannya dalam kegiatan Sinergi Pentahelix Penanggulangan Bencana Tahun 2026 di Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta, Selasa (24/2).Kondisi banjir di Cipete Utara, Jakarta Selatan yang saat ini mencapai ketinggian 90 sentimeter, Jumat (20/2). Foto: Ryan Iqbal/kumparanIa menjelaskan, selain rob, Jakarta juga menghadapi potensi banjir akibat banyaknya aliran sungai yang melintas di sekitar wilayah Jakarta.“Kemudian kami juga yang dialiri oleh 13 aliran sungai yang tentunya juga memberikan kontribusi bencana banjir misalnya di bantaran-bantaran kali dan sungai. Kita juga punya potensi berkaitan dengan potensi bencana hidrometeorologi,” ujarnya.Menurut Isnawa, dampak bencana di Jakarta juga berkaitan erat dengan kondisi wilayah penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Tangerang Selatan. Karena itu, BPBD DKI mendorong sinergi lintas daerah untuk menekan risiko bencana bersama.“Kami juga misalnya membantu mohon izin BPBD Jawa Barat, Bogor, Tangerang Selatan, Bekasi, untuk membantu upaya-upaya menekan tingkat bencana hidrometeorologi yang ada di kawasan sekitar Jakarta,” ujarnya.BPBD DKI Imbau cara hadapi cuaca ekstrem untuk masyarakat. Foto: Pemprov DKI JakartaIa menambahkan, BPBD DKI bersama sejumlah lembaga seperti BMKG, BNPB, dan BRIN menjalankan berbagai strategi mitigasi, termasuk Operasi Modifikasi Cuaca.“Kami tentunya memiliki strategi untuk menekan jangan sampai kejadian bencana hidrometeorologi membawa dampak kerugian yang besar bagi Kota Jakarta,” kata Isnawa.Ia menekankan, kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat menjadi kunci agar Jakarta mampu menekan risiko bencana di masa depan.“Kami yakin dan percaya Jakarta akan sulit untuk melakukan upaya-upaya tanpa didukung oleh keberadaan para Pentahelix, baik dari unsur media massa, dunia pendidikan, dunia usaha, dan lain-lain,” ujarnya.