Anak gajah masuk septic tank di Distrik Tapung, PT Arara Abadi, Desa Rantau Bertuah, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Riau. Foto: Instagram/@bbksda_riauSuasana di Distrik Tapung, PT Arara Abadi, Desa Rantau Bertuah, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Riau, mendadak mencekam pada Minggu (22/1) dini hari, ketika sekelompok gajah liar merusak mes karyawan perusahaan, memaksa para penghuni berlarian menyelamatkan diri.Laporan itu diterima Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau dari pihak perusahaan. Menindaklanjuti kejadian tersebut, BBKSDA Riau langsung menurunkan tim Wildlife Rescue Unit (WRU) yang terdiri dari tim medis dan mahout dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas ke lokasi.Kepala BBKSDA Riau, Supartono S.Hut., M.P, menjelaskan insiden bermula sekitar pukul 22.00 - 00.00 WIB, Sabtu (21/1). Sejumlah karyawan melihat 3 hingga 4 ekor gajah berada di kawasan lindung perusahaan (greenbelt), sekitar 10 meter dari mes. Lokasi mes tersebut berbatasan langsung dengan greenbelt.Area tersebut diketahui menjadi tempat pergerakan rombongan gajah yang berasal dari kelompok gajah petapahan yang memiliki jumlah 11 hingga 13 individu dengan wilayah jelajah daerah petapahan (Tapung - Minas).“Keberadaan gajah di lokasi tersebut sebenarnya sudah biasa karena merupakan lintasan kelompok gajah Petapahan/Minas,” ujar Supartono sebagaimana dikutip di akun Instagram resmi bbksda_riau.Namun situasi berubah menjelang pagi, Minggu (22/2). Sekitar pukul 05.00 - 06.00 WIB, usai waktu sahur, sekitar 10 ekor gajah tiba-tiba mengamuk. Mereka meraung-raung dan merusak enam kamar mes karyawan. Para penghuni mes pun bergegas keluar untuk menyelamatkan diri.Setelah situasi mereda dan kawanan gajah kembali masuk ke area greenbelt, terdengar suara teriakan anak gajah. Tim kemudian melakukan pencarian dan menemukan seekor anak gajah terperosok ke dalam septic tank dengan kedalaman sekitar 2 hingga 2,5 meter.Diduga kuat, raungan anak gajah yang terjebak itulah yang memicu kepanikan dan amukan kawanan gajah dewasa. Tim WRU segera melakukan evakuasi secara manual. Proses penyelamatan berlangsung sekitar 45 menit, dengan upaya menarik anak gajah keluar dari dalam septic tank.Anak gajah tersebut dilaporkan dalam kondisi sehat. Setelah berhasil dievakuasi, tim langsung mengembalikannya ke rombongan. Kini, anak gajah berjenis kelamin betina dengan perkiraan usia sekitar tujuh hari itu telah kembali bergabung dengan kelompoknya. Supartono menyebut kemungkinan besar anak gajah tersebut baru dilahirkan di kawasan greenbelt di belakang mes karyawan.Sementara berdasarkan analisis, diperkirakan dalam beberapa hari ke depan, rombongan gajah akan tetap berada di kawasan hutan lindung atau greenbelt perusahaan. Hal ini disebabkan oleh kondisi anak gajah yang masih sangat muda dan belum mampu berjalan jauh, sehingga mereka akan tetap berada di area tersebut.Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, beberapa mes dan 3 unit motor karyawan dilaporkan rusak akibat serangan hewan besar tersebut. Tim akan terus melakukan pemantauan pergerakan rombongan gajah guna mengantisipasi kemungkinan hal-hal yang tidak diinginkan. Tim juga telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat untuk merencanakan langkah-langkah lebih lanjut yang diperlukan dalam penanganan kerjadian ini.Supartono mengimbau agar masyarakat untuk tetap tenang jika bertemu kawanan gajah liar dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan.Peristiwa ini kembali menegaskan dinamika interaksi antara satwa liar dan aktivitas manusia di kawasan yang berdekatan dengan habitat alami gajah. BBKSDA Riau mengimbau seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat langkah mitigasi konflik manusia dan satwa liar di wilayah tersebut.