Gegara Overtourism, Festival Bunga Sakura di Tokyo Dibatalkan

Wait 5 sec.

Pengunjung melihat bunga sakura Ookanzakura yang mekar lebih awal hampir sepenuhnya di Taman Ueno di Tokyo, Jepang, Kamis (13/3/2025). Foto: Issei Kato/REUTERSFestival bunga sakura yang biasanya digelar menjelang musim semi di Jepang terpaksa dibatalkan di salah satu destinasi populer dekat Tokyo. Keputusan ini diambil pemerintah setempat karena meningkatnya jumlah wisatawan yang memicu masalah overtourism.Dilansir NHK World Japan, festival ini biasanya digelar di Arakurayama Sengen Park, sebuah taman di Prefektur Yamanashi yang terkenal dengan pemandangan Gunung Fuji-nya yang spektakuler serta pagoda lima lantai Chureito Pagoda. Kombinasi lanskap tersebut menjadikannya salah satu lokasi favorit wisatawan untuk menikmati mekarnya bunga sakura.Seorang pengunjung swafoto di bawah bunga sakura Ookanzakura yang mekar lebih awal hampir sepenuhnya di Taman Ueno di Tokyo, Jepang, Kamis (13/3/2025). Foto: Issei Kato/REUTERSDalam beberapa tahun terakhir, kawasan di Fujiyoshida itu semakin populer di media sosial. Setiap musim sakura, taman tersebut dapat menarik sekitar 200.000 pengunjung, termasuk wisatawan mancanegara.Pejabat kota menyebutkan, pada puncak musim sakura jumlah pengunjung bahkan bisa mencapai lebih dari 10.000 orang per hari. Lonjakan wisatawan ini menimbulkan berbagai masalah bagi warga setempat.Seorang pengunjung swafoto di bawah bunga sakura Ookanzakura yang mekar lebih awal hampir sepenuhnya di Taman Ueno di Tokyo, Jepang, Kamis (13/3/2025). Foto: Issei Kato/REUTERSBeberapa dampak yang muncul antara lain kemacetan lalu lintas di sekitar kawasan wisata serta meningkatnya sampah yang ditinggalkan di jalanan.Untuk melindungi kualitas hidup warga, pemerintah kota akhirnya memutuskan membatalkan festival sakura tahun ini. Hingga kini, pihak berwenang juga belum dapat memastikan apakah acara tersebut akan kembali digelar pada tahun depan.