Ilustrasi narkoba. Foto: kumparanBadan Narkotika Nasional (BNN) mengkonfirmasi adanya keterlibatan jaringan Kartel Sinaloa asal Meksiko dalam penyelundupan narkotika ke Indonesia.Kelompok kriminal ini diketahui menggunakan rute internasional yang kompleks dengan memanfaatkan wilayah perairan. Kepala BNN RI, Komjen Suyudi, menyebutkan bahwa para bandar terus mencari jalur alternatif yang paling aman dan murah, terutama melalui laut, mengingat Indonesia adalah negara kepulauan."Para bandar di Indonesia rantai pasoknya akan tetap mencari alternatif yang paling ekonomis dan aman untuk mencoba menyuplai narkotika menuju pasar Indonesia," kata Suyudi kepada wartawan, Selasa (24/2).Berdasarkan identifikasi BNN, Kartel Sinaloa menyuplai narkotika jenis baru (New Psychoactive Substances/NPS), bahan baku metamfetamin, hingga fentanil. Beberapa poin utama operasi mereka meliputi Jalur Laut dengan memanfaatkan celah di perbatasan maritim Indonesia.“Jalur laut sering dimanfaatkan, mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan dengan banyak 'celah gelap' di perbatasan maritimnya. Narkoba juga diselundupkan melalui bandara dan pelabuhan resmi dengan berbagai cara penyamaran,” ujarnya.Kartel ini dikenal menyembunyikan narkoba dalam kemasan teh Cina hingga popok bayi.“Termasuk menyembunyikan narkoba dalam kemasan produk legal seperti teh Cina atau popok bayi, dan bahkan ada laporan tentang potensi penggunaan kapal selam oleh kartel Amerika Selatan,” ujarnya.Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol Suyudi Ario Seto memberikan keterangan pers penangkapan DPO jaringan narkotika internasional di Gedung 600 PT Angkasa Pura, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (2/11/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparanSuyudi juga mengungkap kartel Meksiko bekerja sama dengan sindikat nasional di Indonesia.“Kartel internasional tidak beroperasi secara langsung di lapangan Indonesia, melainkan bekerja sama dengan sindikat dan jaringan lokal atau nasional. BNN telah membongkar beberapa jaringan internasional yang terhubung dengan kartel Meksiko,” jelasnya.Pada tahun 2024, BNN telah membongkar 27 jaringan, termasuk jaringan Gregor Haas yang diduga bagian dari Kartel Sinaloa.“Salah satu jaringan yang diungkap pada tahun 2024 adalah jaringan Gregor Haas, yang diduga sebagai bagian dari jaringan Kartel Sinaloa yang berpusat di Meksiko,” ujarnyaPengawasan diperketat menyusul memanasnya situasi di Meksiko setelah tewasnya pemimpin kartel "El Mencho" dan tangan kanannya "El Tuli" dalam operasi militer pekan lalu. El Mencho merupakan pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG).Konflik tersebut telah menelan korban jiwa sebanyak 25 anggota Garda Nasional dan 30 anggota kartel.