Special Offer Asian Fiction: Membaca Kehidupan Lewat Cerita-Cerita Fiksi

Wait 5 sec.

Cerita fiksi itu nggak selalu soal kabur dari kenyataan. Justru, banyak cerita terbaik lahir dari hal-hal yang paling dekat dengan hidup kita sendiri: emosi yang membingungkan, hubungan yang melelahkan, kegagalan yang berulang, serta kesepian yang sering tidak terlihat. Cerita-cerita seperti ini bekerja bukan lewat kejutan besar, melainkan lewat kedekatannya dengan pengalaman manusia sehari-hari. Kita membaca bukan untuk mencari dunia lain, tetapi untuk memahami dunia yang sedang kita jalani.Pendekatan terhadap cerita fiksi sebagai cermin kehidupan inilah yang tampak konsisten dalam lini Asian Fiction yang diterbitkan oleh Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo). Lini ini menghadirkan novel-novel terjemahan dari berbagai negara Asia—terutama Korea dan Jepang—yang sama-sama menempatkan manusia biasa sebagai pusat cerita. Tokohnya bukan pahlawan, melainkan individu yang sedang belajar menghadapi hidup dengan segala kerumitannya.Potret Kerapuhan Emosional dalam Kehidupan ModernSalah satu persoalan paling mendasar yang berulang adalah hubungan manusia dengan emosinya sendiri. Banyak tokoh digambarkan tumbuh tanpa benar-benar memahami apa yang mereka rasakan. Mereka menjalani hidup, bekerja, dan berinteraksi, tetapi bingung menghadapi marah, sedih, takut, atau kecewa. Ketidakmampuan mengenali emosi ini terlihat kuat dalam cerita yang ditulis oleh Sohn Won-pyung melalui Almond, di mana sikap dingin bukan lahir dari ketidakpedulian, melainkan dari kebingungan batin yang tidak pernah terjawab. Cerita ini seperti potret masyarakat modern yang mahir berprestasi, tetapi miskin pemahaman emosional.Ketika kebingungan batin itu dibawa ke dunia dewasa, tekanan hidup pun semakin terasa. Banyak orang memasuki fase kerja dan tanggung jawab dengan rasa ragu yang besar—takut gagal, merasa tertinggal, dan terus membandingkan diri dengan orang lain. Nuansa ini mengalir alami dalam kisah yang ditulis Tetsuya Kawakami lewat Hari Ini Aku Datang Kembali ke Toko Buku Kobayashi. Di sana terlihat bahwa yang dicari manusia sering kali bukan perubahan besar, melainkan tempat sederhana untuk merasa dimengerti. Sebuah ruang aman di tengah hidup yang penuh tuntutan.Tekanan yang berlangsung terus-menerus itulah yang kemudian melahirkan kesepian modern. Di kota yang ramai, manusia justru semakin jarang benar-benar terhubung secara emosional. Mereka berinteraksi, tetapi tidak berbagi beban hidup. Gambaran ini terasa kuat dalam Lotus Taxi karya Gen Kato, ketika ruang kecil dalam sebuah taksi menjadi tempat orang-orang akhirnya berani jujur tentang luka mereka. Cerita-cerita ini memperlihatkan bahwa kesepian bukan tentang tidak ada orang di sekitar, melainkan tidak ada ruang untuk menjadi diri sendiri.Dalam situasi emosional yang rapuh seperti itu, hubungan antarmanusia pun ikut teruji. Cinta tidak selalu hadir sebagai sesuatu yang romantis dan menyenangkan. Ia sering kali melelahkan, membutuhkan usaha, dan bisa melemah jika diabaikan. Pandangan realistis ini terasa dalam kisah yang ditulis oleh Lee Sun-Young melalui Toko Obat Cinta Keluarga Botero, yang menggambarkan cinta sebagai sesuatu yang dirawat lewat perhatian kecil setiap hari. Banyak hubungan tidak runtuh karena kurang cinta, tetapi karena kelelahan emosional yang dibiarkan menumpuk.Special Offer Asian Fiction GRASINDOBuat kamu yang lagi cari bacaan yang relate banget sama hidup, tapi justru bikin mikir dan ngerasa “ini gue banget”. Nah,ini saat yang pas buat nambah koleksi Asian Fiction kamu!Cerita-cerita yang hangat, reflektif, dan penuh makna ini bisa jadi teman di sela rutinitas yang padat atau pengingat bahwa kamu nggak sendirian menghadapi hidup.Yuk, manfaatkan diskon spesial 20% untuk setiap pembelian koleksi Asian Fiction Edition! Promo ini berlaku mulai 26 Februari sampai 6 Maret 2026.Waktunya checkout buku incaranmu, lengkapi rak bacaan, dan tenggelam dalam cerita-cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Jangan sampai kelewatan, karena promonya cuma sebentar 😉Cek Promonya di Sini!Rekomendasi Buku Asian Fiction1. Lotus TaxiCek Promonya di Sini!Lotus Taxi bercerita tentang sebuah perusahaan taksi kecil yang hanya beroperasi di malam hari, menyusuri sudut-sudut kota yang sunyi. Tapi perjalanan di dalamnya tak pernah benar-benar biasa. Setiap penumpang membawa cerita, rahasia, dan luka yang selama ini mereka pendam.Di dalam kabin yang sempit, topeng-topeng perlahan terlepas. Ada yang dihantui masa lalu, diliputi rasa bersalah, bergulat dengan kehilangan, atau berada di ambang perpisahan dengan hidupnya sendiri. Perjalanan bersama Lotus Taxi bukan sekadar menuju alamat tujuan, melainkan menuju kejujuran yang tak pernah berani mereka hadapi.Dengan sentuhan mistis khas Jepang seperti youkai dan kejadian yang sulit dijelaskan logika, kisah-kisahnya terasa magis sekaligus menyentuh. Namun yang paling menggetarkan tetaplah perasaan manusia itu sendiri.Hangat, sendu, dan penuh empati, Lotus Taxi adalah kumpulan cerita tentang luka, penerimaan, dan harapan. Tentang bagaimana di tengah gelapnya malam, selalu ada kesempatan untuk menemukan sedikit cahaya.2. Welcome To The Hyunam-Dong Bookshop : Selamat Datang Di TokoCek Promonya di Sini!Seorang pria berjas berdiri canggung di depan toko buku, mengintip lewat kaca tanpa sadar soal jam bukanya. Yeong-ju langsung mengenalinya, pelanggan setia yang biasa datang malam hari sepulang kerja.Saat sapanya membuat pria itu terkejut, ia buru-buru berdiri tegak dan tersenyum malu, mengakui ini pertama kalinya ia datang sepagi ini. Dengan nada ringan namun jujur, ia berkata bahwa ia iri pada Yeong-ju yang bisa bekerja di siang hari, seolah pagi adalah kemewahan yang tak pernah benar-benar ia miliki.3. Toko Obat Cinta Keluarga Botero - Botero Family's Love PharmacyCek Promonya di Sini!Toko Obat Cinta milik keluarga Botero bukan sekadar apotek biasa. Di sana, patah hati diracik ulang, hubungan yang retak dicoba disatukan, dan orang-orang yang hampir menyerah pada perasaan belajar berani mencintai lagi. Lewat kisah Hyosun, Hana, dan para pengunjung yang datang dengan luka masing-masing, novel ini mengajak kita melihat cinta bukan sebagai keajaiban instan, melainkan sesuatu yang perlu dirawat.Mereka yang telah “meminum” racikan obat cinta perlahan berubah. Sedikit demi sedikit, mereka belajar bahwa cinta bukan hanya rasa yang datang tiba-tiba, tapi pilihan yang dipupuk setiap hari. Seperti pil kecil yang harus diminum rutin, cinta pun bertahan lewat perhatian sederhana dan usaha yang konsisten.Lalu pertanyaannya sederhana, tapi tak pernah benar-benar mudah dijawab. Jika ada pil yang bisa membuat kita jatuh cinta, beranikah kita menelannya? Dan apa yang akan terjadi ketika cinta benar-benar meresap ke dalam diri kita?✨Oh iya, jangan lupa cek promo spesial lainnya di Gramedia.com supaya belanjamu makin hemat dan bermakna! ⤵Temukan Semua Promo Spesial di Sini!