Ilustrasi Selat Hormuz. Foto: lavizzara/ShutterstockIran mulai melarang kapal-kapal melintas di Selat Hormuz. Seorang pejabat dari misi angkatan laut Uni Eropa, Aspides, mengatakan bahwa kapal-kapal menerima transmisi VHF dari Garda Revolusi Iran yang menyatakan bahwa “tidak ada kapal yang diizinkan melintasi Selat Hormuz”, per Sabtu (28/2).Dikutip dari Reuters, selat tersebut merupakan jalur ekspor minyak paling vital di dunia, yang menghubungkan para produsen minyak terbesar di Teluk, seperti Arab Saudi, Iran, Irak, dan Uni Emirat Arab, dengan Teluk Oman dan Laut Arab.Pejabat yang berbicara kepada Reuters dengan syarat anonim itu mengatakan Iran belum secara resmi mengkonfirmasi adanya perintah semacam itu. Teheran selama bertahun-tahun mengancam akan memblokade jalur perairan sempit tersebut sebagai balasan atas setiap serangan terhadap Republik Islam.Belum ada keterangan resmi dari pihak Iran mengenai langkah tersebut.Ilustrasi Selat Hormuz. Foto: Below the Sky/ShutterstockSelat Hormuz terletak di antara Oman dan Iran, dan menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman di selatan dan Laut Arab di seberangnya.Selat Hormuz selebar 34 kilometer di titik tersempitnya, dengan jalur pelayaran hanya selebar 2 mil di kedua arah.Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak yang merupakan anggota OPEC mengekspor sebagian besar minyak mentah lewat Selat Hormuz, terutama ke Asia. Qatar yang merupakan salah satu eksportir gas alam cair terbesar di dunia juga mengirim hampir semua gasnya lewat Selat Hormuz.Iran juga mengekspor sebagian besar minyak mentahnya lewat jalur tersebut, yang secara teori membatasi keinginan Teheran untuk menutup Selat Hormuz. Meski demikian, Iran tetap mendedikasikan sumber daya yang signifikan untuk memastikan dapat melakukannya jika dianggap perlu.