Menteri PKP Ungkap Bakal Banyak Rusun Dibangun pada 2026

Wait 5 sec.

Menteri PKP Maruarar Sirait, Mendagri Tito Karnavian, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam Rapat Koordinasi Program Perumahan antara pemerintah pusat dan daerah di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (25/2). Foto: Amira Nada/kumparanMenteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyampaikan sejumlah fokus program perumahan pada tahun ini, salah satunya pembangunan rumah susun (rusun).Pembangunan rusun termasuk dalam program perumahan yang dibiayai APBN 2026 selain program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau renovasi rumah, penataan kawasan kumuh dan program terkait kelengkapan prasarana.“Kemudian yang ketiga, rumah susun. Rumah susun juga akan dibangun di banyak titik di Indonesia di tahun ini,” kata sosok yang akrab disapa Ara di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat pada Rabu (25/5).Ara menyebut dengan semakin mahalnya harga tanah di kota, membuat pemerintah mendorong pembangunan rumah susun.“Saya jawab saja bahwa rumah susun itu adalah kebutuhan mutlak di kota. Karena tanah-tanah di kota makin mahal. Jadi kalau paksakan rumah tapak pasti itu berat harganya. Tidak akan ketemu,” ujarnya.Meski demikian, Ara tidak mendetailkan teknis dan jumlah pasti pembangunan rusun tahun ini. Selain alasan harga tanah, untuk di daerah, menurut Ara rusun juga bisa dibangun untuk melindungi program ketahanan pangan. Hal ini agar program perumahan tak mengganggu lahan sawah.“Kedua, di daerah juga kita harus melindungi program utama yaitu ketahanan pangan. Jadi jangan lahan-lahan persawahan, enggak boleh buat perumahan. Juga di bantaran kali dan juga lereng-lereng,” ujarnya.“Ini yang dilakukan Jawa Barat. Saya setuju yang dilakukan oleh Pak Gubernur KDM, bagaimana di Puncak harus dijaga, juga bagaimana sawah-sawah harus dilindungi,” lanjutnya.Khusus untuk daerah padat, Ara menyebut rusun merupakan suatu kebutuhan. Nantinya, pembangunan rusun juga akan menggunakan lahan negara dan kolaborasi dengan swasta.“Tentu PR kita bagaimana bisa memanfaatkan lahan-lahan milik negara atau bersinergi dengan swasta, seperti hibah yang dilakukan oleh pihaknya Meikarta kepada negara,” kata Ara.Rusun MeikartaApartemen Meikarta di Cikarang Selatan, Bekasi, Selasa (14/2/2023). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparaAdapun untuk rusun subsidi Meikarta di Kabupaten Bekasi akan mulai groundbreaking pada 8 Maret 2026. Ara telah melakukan pertemuan bersama Lippo Group terkait rencana groundbreaking tersebut.Rusun subsidi di Meikarta ini merupakan bagian dari penyediaan hunian vertikal bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk mendukung target program 3 Juta Rumah. Ara menjelaskan, Kementerian PKP akan melakukan survei terkait kebutuhan dan preferensi konsumen rusun subsidi.Nantinya, rusun tersebut akan dibangun di atas lahan 30 hektare yang merupakan tanah hibah. Ara sudah mengecek bakal lokasi rusun subsidi tersebut. Menurut dia, tempatnya cukup strategis dan bisa menempuh berbagai fasilitas dalam waktu 10 menit. Targetnya rampung di tahun 2028.Dari lahan seluas 30 hektare itu, akan dibagi tiga bagian yang berbeda masing-masing 10 hektare. Nantinya, pada setiap lahan akan dibangun 18 tower rusun dengan 30 lantai.