Manisnya Iklan Judi Online

Wait 5 sec.

illustrasi gambar judi online. Sumber gambar : PixabayKita semua pasti pernah mendapatkan tayangan iklan judi online saat kita sedang bermain media sosial. Bukan hanya di media sosial, iklan ini kadang muncul di aplikasi lain seperti di Youtube atau browser internet. Kemudian, iklan ini akan memberikan narasi-narasi yang terdengar manis sekali. Seperti contohnya, narasi “apakah kamu ingin hidupmu berubah dalam waktu semalam saja?”. Bagaimana iklan judi online bisa terdengar sangat manis?Narasi hadiah besarKita bisa melihat struktur-struktur yang tersusun dalam iklan judi online, sehingga iklan itu terdengar manis. Struktur pertama adalah, adanya penyebaran narasi tentang hadiah besar yang bisa dimenangkan para pemain judi online. Narasi ini bisa dibungkus dalam frasa, “Menang besar modal minimal”, “Ratusan member sudah withdraw miliaran”, dan “Satu kali putar hidup langsung berubah”. Hebatnya lagi, narasi ini sengaja ditonjolkan agar para pemain tidak melihat kerugian-kerugian yang dialami dari kalah bermain judi online.Narasi ini meniru narasi iklan dari pabrikan mobil-mobil sport, yang ‘menjual’ mobil mereka dengan narasi kecepatan tinggi yang bisa dicapai mobil mereka. Seperti contohnya narasi “kecepatan 0 ke 100 Km/jam dalam 3 detik saja”. Namun narasi iklan ini tidak memberi tahu tentang meningkatnya risiko kecelakaan dari mobil-mobil yang berkecepatan tinggi.Dengan menonjolkan narasi kemenangan-kemenangan besar, para pemain judi online sudah terbayang-bayang dengan hadiah besar yang bisa mereka dapatkan. Jadi narasi ini sangat efektif dalam membujuk orang-orang untuk bermain judi online, karena para pemain judi online tidak diberi tahu risiko kerugian di saat mereka kalah.Narasi kemudahanStruktur kedua adalah, iklan judi online menarasikan kemudahan akses untuk bermain, serta kemudahan menarik uang hasil kemenangan. Narasi kemudahan bermain ini dibungkus dalam bentuk murahnya modal untuk ikut bermain. Modalnya pun sangat mudah untuk disetorkan, sehingga para pemain tidak perlu repot-repot dalam proses memainkan judi onlinenya. Narasi ini dibungkus dalam narasi, “deposit Rp10.000 tanpa potongan” dan frasa “deposito lewat pulsa dan e-wallet.”Lalu, ada pula narasi kemudahan dalam menarik uang hasil kemenangan dari bermain judi online. Narasi ini bisa dibungkus pada frasa-frasa “mudah dimainkan di mana saja”, “withdraw sekarang langsung masuk rekening”, dan “withdraw cuma lima menit tanpa ribet”.Narasi kemudahan dalam menarik uang hasil kemenangan ini juga menguatkan narasi pada struktur pertama, yang menonjolkan hadiah-hadiah besar yang bisa dimenangkan orang pemain judi online. Narasi ini memang sengaja didorong supaya para pemain lupa, konsekuensi hukum yang menanti mereka, ketika mereka melakukan segala transaksi yang digarisbawahi atas nama judi online.Illustrasi judi online di film Hollywood. Sumber gambar : PixabaySelanjutnya, jika kita menonton film-film Hollywood yang melibatkan judi di film James Bond. Di dalam film, orang-orang butuh uang yang banyak jika ingin berjudi. Mereka pun harus pergi ke Casino untuk berjudi, karena mereka tidak bisa pergi ke sembarangan tempat. Bahkan kadang, Casino ini ditampilkan sebagai tempat yang berbahaya, karena beberapa film menggunakan Casino sebagai tempat adegan aksi tingkat tinggi yang kadang melibatkan aksi tembak-tembakan menggunakan senjata api.Namun lewat narasi kemudahan ini, iklan-iklan judi online menolak dan menghapus semua imaji tentang judi online dari film-film Hollywood. Narasi kemudahan ini berusaha membangun imaji baru judi online, yaitu, judi online adalah hal yang tidak akan merepotkan para pemainnya, sehingga para pemainnya bisa fokus bermain saja.Narasi solusi instanStruktur ketiga dari iklan judi online adalah, narasi penawaran solusi instan untuk setiap masalah para pemainnya, terutama sekali masalah finansial.Narasi ini dibungkus dalam frasa-frasa “Butuh uang cepat? Di sini tempatnya” dan frasa “Lunasin utang kalian dengan satu kali deposit saja”. Untuk memperkuat narasi ini, iklan judi online menyertakan testimoni-testimoni palsu dari pemain-pemain yang memenangkan hadiah uang yang besar. Bahkan, narasi ini bisa saja diperkuat dengan bukti-bukti transfer palsu ke rekening pemain.Narasi penawaran solusi instan ini sangat berbahaya karena narasi ini dibangun di atas narasi pertama dan narasi kedua, yaitu narasi hadiah yang besar serta narasi kemudahan dalam bermain judi online. Narasi ini pun menyasar orang-orang yang telah putus asa dalam mencari jalan keluar untuk masalahnya. Karena itulah, ketika pemain judi online termakan bujuk rayu dari narasi pertama dan narasi kedua, maka mereka pun akan mudah percaya jika judi online bisa menjadi jalan untuk masalah mereka, terutama sekali masalah finansial.Para pemain judi online ini akan berpikir, judi online adalah permainan yang mudah untuk dilakukan dan hadiahnya juga sangat banyak. Oleh karena itu, dibandingkan mereka bekerja keras, lebih baik mereka bermain judi online saja.Pada akhirnya, kita bisa melihat. Tiga struktur iklan judi online di atas dibentuk sedemikian rupa hanya dari konsep penggunaan bahasa saja. Iklan-iklan ini tidak menggunakan visual yang berkelas atau aktor-aktor film terkenal. Iklan-iklan ini hanya mengeksploitasi kata-kata atau frasa-frasa tertentu, agar bahasa iklannya terdengar manis di telinga orang yang mendengarnya, dan orang-orang bisa tergoda bermain judi online.Maka dari itu, kita tidak boleh membiarkan para oknum ‘penjahat’ bahasa ini secara terus-terusan mengeksploitasi bahasa, yang mereka gunakan dalam usaha merayu dan mendorong kita untuk melakukan hal-hal yang merugikan.Mau tidak mau, kita semua harus meningkatkan tingkat literasi kita. Dengan literasi yang memadai, kita bisa kritis dan teliti untuk semua narasi yang kita dengarkan. Dengan begitu, kita tidak mudah tergoda atau tertipu dengan kata-kata manis yang diucapkan para oknum ‘penjahat’ bahasa ini, seperti bahasa-bahasa yang mereka gunakan pada iklan-iklan judi online.