Ketua Badan Pertimbangan Pusat Persatuan Purnawirawan TNI AD (PPAD) Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno. Foto: Dok. Puspen TNIIndonesia kembali kehilangan salah satu tokoh penting dalam sejarah politik dan militer nasional. Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno, meninggal dunia hari ini, Senin (2/3).Purnawirawan Jenderal TNI tersebut dikenal sebagai figur militer yang meniti karier panjang dari lapangan hingga pucuk pimpinan ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia), sebelum akhirnya dipercaya mendampingi Presiden Soeharto sebagai Wakil Presiden pada periode 1993-1998.Latar Belakang KehidupanTry Sutrisno lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 15 November 1935. Ia tumbuh dalam suasana Indonesia pascakemerdekaan yang masih diwarnai dinamika perjuangan mempertahankan kedaulatan. Lingkungan sosial dan politik pada masa itu membentuk karakter generasi muda yang lekat dengan semangat nasionalisme dan pengabdian kepada negara.Ketertarikannya pada dunia militer membawanya menempuh pendidikan di Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad). Pendidikan militer tersebut menjadi fondasi awal perjalanan panjangnya di tubuh TNI Angkatan Darat.Sejak menjadi perwira muda, Try Sutrisno dikenal disiplin dan berorientasi pada tugas, karakter yang kelak membentuk reputasinya di lingkungan militer.Wapres ke-6 RI Try Sutrisno menghadiri upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila Kemlu RI, Jakarta, Senin (2/6/2025). Foto: Youtube/Sekretariat PresidenKarier MiliterSepanjang kariernya, Try Sutrisno terlibat dalam berbagai penugasan penting, termasuk operasi militer di sejumlah daerah yang mengalami konflik dan gerakan separatis.Try Sutrisno memulai karier militernya dengan berpartisipasi dalam penumpasan pemberontakan PRRI, yang merupakan langkah awal yang menentukan bagi perjalanan kariernya. Ia menjabat sebagai Kepala Staf Kodam XVI/Udayana pada tahun 1978, Panglima Kodam IV/Sriwijaya pada tahun 1979, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat pada tahun 1985, hingga Kepala Staf Angkatan Darat dari 1986 hingga 1988Sebagai Kepala Staf Angkatan Darat, Try Sutrisno mendirikan Badan Tabungan Wajib Perumahan TNI-AD, yang menunjukkan komitmennya terhadap kesejahteraan prajurit.Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno saat konferensi pers di Jakarta pada 9 Februari 2000. Foto: NUR / AFPPengalaman panjangnya di berbagai lini membuatnya dipercaya memegang tanggung jawab yang lebih besar di Markas Besar ABRI. Karena rekam jejak tersebut, ia kemudian dipilih untuk menduduki jabatan tertinggi di institusi militer.Menjabat Panglima ABRITonggak penting dalam perjalanan kariernya terjadi ketika ia diangkat sebagai Panglima ABRI pada 1988. Pada masa itu, ABRI (yang kini menjadi TNI) masih menjalankan konsep dwifungsi, yakni peran pertahanan-keamanan sekaligus sosial-politik.Sebagai Panglima ABRI periode 1988-1993, Try Sutrisno memimpin institusi militer di tengah dinamika politik domestik dan perubahan geopolitik global.Era akhir 1980-an hingga awal 1990-an merupakan periode penting bagi Indonesia, dengan tantangan keamanan dalam negeri serta tekanan internasional terkait isu demokrasi dan hak asasi manusia.Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno dikawal oleh pengawalnya di kantor Komnas HAM, Jakarta, pada 3 Mei 2000. Foto: OKA BUDHI/AFPDi bawah kepemimpinannya, ABRI tetap menjadi pilar utama stabilitas pemerintahan Orde Baru. Ia juga terlibat dalam berbagai keputusan strategis terkait kebijakan keamanan nasional. Kepemimpinannya memperkuat posisinya sebagai salah satu figur sentral dalam lingkaran elite kekuasaan saat itu.Terpilih sebagai Wakil Presiden RIPada Sidang Umum MPR 1993, Try Sutrisno terpilih sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia mendampingi Presiden Soeharto untuk masa jabatan 1993-1998. Ia menggantikan Sudharmono dan menjadi representasi kuat unsur militer di pucuk kepemimpinan nasional.Sebagai Wakil Presiden, ia aktif mewakili Presiden dalam berbagai agenda kenegaraan, kunjungan kerja ke daerah, hingga pertemuan internasional. Pada masa itu, Indonesia tengah menikmati pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi sebelum akhirnya dihantam krisis moneter Asia pada 1997.Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno. Foto: Nugroho Sejati/kumparanMasa jabatannya berakhir dalam situasi politik dan ekonomi yang penuh gejolak. Krisis ekonomi yang melanda Indonesia berkembang menjadi krisis multidimensi yang memuncak pada Reformasi 1998 dan berakhirnya pemerintahan Soeharto. Try Sutrisno pun menyelesaikan masa tugasnya sebagai Wakil Presiden di tengah perubahan besar dalam sistem politik Indonesia.