Gilang Dirga di Sarinah, Thamrin, Jakarta (12/8). Foto: Ainul Qalbi/kumparanPresenter Gilang Dirga dipercaya mengisi suara karakter Robot Petia dalam film animasi garapan Upie Guava berjudul Pelangi di Mars. Gilang mengungkapkan antusiasmenya terhadap proyek ini.Bagi Gilang, terlibat sebagai pengisi suara atau voice actor dalam film animasi ini bukanlah pekerjaan biasa, melainkan pencapaian penting dalam perjalanan kariernya di industri hiburan."Voice actor di sini menurut gue jadi salah satu milestone gue yang baru. Ini pertama kali gue lakukan," ujar Gilang dalam jumpa pers perilisan trailer Pelangi Di Mars di CGV Grand Indonesia, Jakarta.Para voice actor film Pelangi Di Mars dalam jumpa pers di Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (13/2). Foto: Vincentius Mario/kumparanMeski Gilang dikenal mahir dalam menirukan suara berbagai tokoh, ternyata mengisi suara untuk karakter animasi memiliki tingkat kesulitan yang berbeda."Ternyata enggak semudah yang gue bayangkan. Menghidupkan karakter yang sudah ada bentuknya, dia bukan sosok atau manusia, enggak hidup, nah kita harus bikin hidup, itu jadi PR banget," ungkapnya.Salah satu tantangan teknis yang paling dirasakan Gilang adalah menyelaraskan suaranya dengan gerak gambar yang sudah jadi. Presisi waktu dan kecepatan bicara menjadi kunci utama dalam menghidupkan karakter Petia."Menyamakan pace-nya. Kan gambarnya sudah ada. Kita harus samakan, seberapa cepat kalimat ini dibawakan. Pace-nya seperti apa, jadi enggak sembarangan. Kalau kita cepat, kita harus ikuti gambar," ucap Gilang.Tak hanya soal bicara, pendalaman emosi juga menjadi poin krusial. Gilang harus memposisikan dirinya seolah benar-benar ada di dalam dunia tersebut sebagai seorang robot."Sama emosi. Kalau ini, develop-nya kita bayangkan kita ada di scene itu, jadi robot itu," tutur Gilang lagi.Proses imajinasi ini yang menurutnya memberi nyawa pada karakter Petia. Beruntung, Gilang berada di lingkungan kerja yang sangat suportif."Setelah gue rasakan, wah, happy banget. Karena sebenarnya yang bisa mendukung sebuah produksi enak dijalani ya support semua elemen di dalamnya. Ada pemain, sutradara, kebetulan pokoknya enak banget, bisa diajak diskusi," tutur Gilang."Diskusinya berjalan sangat menarik. Karakter development dari Petia sendiri, merasa gue itu Petia. Berasa kayak, wah tantangan baru nih. Kayaknya gue ketagihan deh," lanjutnya.Gilang melihat ada pesan kuat yang ditawarkan film Pelangi Di Mars. Film ini seolah menjadi renungan mengenai potensi besar bangsa yang belum tergarap maksimal."Kita tuh punya SDM besar, source banyak banget, tapi kok Indonesia enggak maju ya? Ini menjawab pertanyaan itu," tutup Gilang.Perjalanan Panjang Pelangi Di MarsProyek garapan Mahakarya Pictures dan MBK ini dimulai Upie Guava sejak awal 2020 dan menghabiskan lima tahun untuk proses produksi. Film ini menggabungkan animasi dan live action dan teknologi hybrid yang membuat pengerjaan film ini semakin menantang.Upie Guava memakai teknologi Extended Reality (XR), dipadukan dengan Unreal Engine guna menghasilkan visual futuristik dari perpaduan adegan live action dan motion capture. Film Pelangi Di Mars siap tayang di momen Lebaran 2026.