Ilustrasi Tentara AS Foto: ReutersKomando Pusat Militer Amerika Serikat (AS) mengungkapkan tiga tentaranya tewas dalam operasi melawan Iran. Militer AS mengumumkan kabar tersebut pada Minggu (1/3), hari kedua serangan AS-Israel terhadap Iran.Selain itu, tentara AS juga ada yang terluka. Namun AS tidak merinci identitas maupun lokasi tugas para korban."Beberapa lainnya mengalami luka ringan akibat pecahan peluru dan gegar otak - dan sedang dalam proses untuk kembali bertugas. Operasi tempur utama terus berlanjut dan upaya respons kami sedang berlangsung," kata Komando Pusat dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters, Minggu (1/3).Iran sebelumnya melepaskan serangan ke beberapa meluncurkan rentetan serangan drone dan rudal ke sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah. Serangan itu merupakan balasan atas serangan AS-Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.Tewasnya militer AS merupakan korban jiwa pertama sejak operasi terhadap Iran diluncurkan. Saat AS dan Israel menyerang situs nuklir Iran pada Juni lalu tidak ada korban jiwa dari pihak AS.Trump telah memperingatkan pada hari Sabtu bahwa mungkin ada korban jiwa di pihak AS. "Pemerintahan saya telah mengambil setiap langkah yang mungkin untuk meminimalkan risiko terhadap personel AS di wilayah tersebut," katanya."Meskipun demikian, dan saya tidak membuat pernyataan ini dengan enteng, rezim Iran berupaya untuk membunuh. Nyawa para pahlawan Amerika yang berani mungkin akan hilang, dan kita mungkin akan mengalami korban jiwa. Itu sering terjadi dalam perang," tambah Trump.