Menteri Luar Negeri Sugiono menjawab pertanyaan wartawan di ruang Wartawan, Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/2/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTORencana pengiriman 8.000 pasukan perdamaian asal Indonesia dituding sebagai upaya melakukan pendudukan di Rafah, Palestina. Pernyataan itu dilontarkan peneliti senior Imparsial sekaligus Ketua Centra Initiative, Al Araf.“Sialnya lagi adalah, misinya kagak jelas. Bukan dalam konteks kemerdekaan Palestina, tapi justru dalam konteks, dalam bahasa halusnya adalah, pendudukan. Melanjutkan apa yang sudah dilakukan oleh IDF (Pasukan Pertahanan Israel),” kata Al Araf dalam sebuah diskusi bertajuk Bahaya di Balik Perjanjian Dagang USA-Indonesia dan Board of Peace: Imperialisme Gaya Baru?, Rabu (25/2).Narasi ini bermuatan disinformasi, fitnah, dan kebencian (DFK). Framing ini menggiring opini seolah-olah Indonesia akan menjajah Palestina.Faktanya, berdasarkan keterangan di akun Cek Fakta RI @cekfakta.ri tudingan tersebut tidak berdasar karena tugas pasukan perdamaian Indonesia bukan untuk berperang, melainkan menjalankan mandat kemanusiaan dan menjaga stabilitas sesuai hukum internasional.Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa 8.000 pasukan perdamaian Indonesia yang akan bergabung dalam International Stabilization Force (ISF) untuk berpartisipasi dalam misi perdamaian di Gaza, Palestina.Waspada konten DFK terkait 8.000 Pasukan RI dikirim untuk duduki Palestina. Foto: Dok. IstimewaPernyataan Prabowo itu disampaikan dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP), Kamis (19/2). KTT dihadiri Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan para pimpinan negara lainnya di Washington DC, Amerika Serikat.Menteri Luar Negeri Sugiono juga memastikan bahwa Palestina telah mengetahui keterlibatan Indonesia dalam ISF, yakni untuk menstabilkan lingkungan sipil di Gaza. Rencana itu diketahui Ketua National Committee for Administration of Gaza (NCAG) Ali Shaath yang hadir pada pertemuan perdana BoP.Palestina, lanjut dia, tidak hanya mengetahui partisipasi Indonesia, tetapi juga memahami rencana dan mandat ISF selama bertugas di Gaza.Waspada konten DFK terkait 8.000 Pasukan RI dikirim untuk duduki Palestina. Foto: Dok. IstimewaSugiono menegaskan Indonesia tidak akan terlibat dalam pelucutan senjata maupun operasi militer ofensif. Indonesia akan fokus menjaga stabilitas sipil dan mendukung upaya kemanusiaan.Sugiono melanjutkan bahwa misi Indonesia di ISF juga selaras dengan kepentingan Palestina. Dalam pertemuan BoP, Shaath menyampaikan bahwa Palestina membutuhkan situasi yang aman dan stabil sebagai prasyarat pemulihan dan proses perdamaian di Gaza.“Langkah pertama dari rencana komprehensif ini adalah ceasefire atau gencatan senjata. Setelah itu, diciptakan suasana yang aman dan stabil, baru tahapan-tahapan berikutnya dapat dijalankan. Dan itu juga kemarin sudah disampaikan,” tutur Sugiono.