Respons JK Soal Rencana Prabowo Jadi Mediator AS-Israel dengan Iran

Wait 5 sec.

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla di kediamannya di Brawijaya, Jakarta Selatan, Minggu (1/3). Foto: Zamachsyari/kumparanWakil Presiden ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla (JK), merespons wacana Presiden Prabowo Subianto yang ingin menjadi mediator mendamaikan perang Iran dengan Amerika Serikat (AS)-Israel.JK menilai niat tersebut baik. Namun, ia mengingatkan untuk situasi saat ini permasalahan yang diributkan jauh lebih besar."Ya niat, rencana itu baik saja. Tapi ini situasi yang jauh lebih besar masalahnya. Ya Palestina dengan Israel saja tidak bisa, sulit didamaikan. Karena dunia ini sangat ditentukan oleh sifat Amerika," ujar JK di kediaman pribadinya, Jakarta Selatan, Minggu (1/3).Dan sayangnya Indonesia telah mengadakan perjanjian tidak seimbang yang sangat merugikan Indonesia. Itu saja kita tidak setara Amerika. Bagaimana mendamaikan orang yang tidak setara dalam keadaan ini dalam hal perundingan seperti itu?" imbuh JK.Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla di kediamannya di Brawijaya, Jakarta Selatan, Minggu (1/3). Foto: Zamachsyari/kumparanDalam kesempatan itu, JK juga mengingatkan dampak buruk dari perang Iran dengan Amerika Serikat-Israel. Salah satunya, kenaikan harga minyak dunia."Iya, pertama tentu harga minyak naik. Pasti itu yang pertama. Logistik di antara Timur Tengah dan kita seluruh terputus. Sekarang ratusan ribu orang Indonesia, puluhan ribu Indonesia yang naik umrah contohnya, itu tidak bisa kembali pada dewasa ini," kata dia.Sejumlah warga mengevakuasi korban serangan Israel - Amerika di sebuah Sekolah di Minab, Iran pada 28 Februari 2026. Foto: Abbas Zakeri/WANA via REUTERSSelain itu, kata JK, ekspor Indonesia ke sejumlah negara juga bisa terganggu akibat adanya perang di Timur Tengah."Juga ekspor kita tentu ke Eropa akan masalah karena ini semua timbul ketakutan, semua orang bersiap seperti itu. Jadi masalahnya ya kita biasanya mengimpor minyak dari Timur Tengah karena kita kekurangan. Sekarang pasti setop," pungkasnya.