Menkeu, Purbaya Yudhi Sadewa, saat ditemui di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (11/2/2026). Foto: Argya Maheswara/kumparanMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menerbitkan surat utang berdenominasi renminbi atau Dimsum Bond sebagai bagian dari strategi pembiayaan negara pada Rabu (25/2).Langkah ini disebut menjadi bagian dari upaya memperluas sumber pendanaan sekaligus memperdalam akses Indonesia ke pasar keuangan internasional, khususnya di kawasan Asia.Penerbitan instrumen tersebut dinilai memiliki nilai strategis bagi pengelolaan utang negara.“Penerbitan dimsum bond ini sangat strategis untuk diversifikasi instrumen dan perluasan basis investor SBN dalam rangka memanfaatkan likuiditas pasar global,” kata sumber kumparan yang mengetahui terkait penerbitan Dimsum Bond tersebut, Kamis (26/2).Petugas melayani nasabah yang ingin membeli Surat Utang Negara (SUN) ritel Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR008 di Kantor BNI Pusat, Jakarta, Kamis (5/9/2019). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTOSelain memperluas basis investor Surat Berharga Negara (SBN), penerbitan ini juga diarahkan untuk memperkuat kehadiran Indonesia di pasar obligasi offshore berdenominasi yuan. Dengan memanfaatkan likuiditas global, pemerintah berharap dapat memperoleh pembiayaan yang efisien di tengah dinamika pasar keuangan dunia.Tak hanya itu, konsistensi penerbitan juga menjadi perhatian untuk meningkatkan kepercayaan investor. Sumber tersebut menekankan pentingnya penerbitan yang dilakukan secara berkala.“Penerbitan secara reguler (tidak on off) juga penting untuk membangun yield curve yang kredibel dan menjadi benchmark di market,” tutur dia.