Wall Street Menguat, Investor Pahami Potensi AI ke Bisnis

Wait 5 sec.

Ilustrasi Wall Street. Foto: ShutterstockIndeks Saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Rabu (25/2). Kenaikan dipimpin sektor teknologi dan menyentuh level tertinggi dalam dua minggu.Dikutip dari Reuters pada Rabu (26/2), S&P 500 (.SPX) naik 56,52 poin atau 0,82 persen di 6.946,59 poin. Nasdaq Composite (.IXIC) naik 288,40 poin atau 1,28 persen menjadi 23.152,08. Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 310,61 poin atau 0,63 persen menjadi 49.485,11.Saat ini, kekhawatiran soal dampak disrupsi dan besarnya biaya pengembangan kecerdasan buatan (AI) mulai mereda. Hal itu digantikan oleh optimisme baru terhadap potensi manfaat teknologi tersebut.“Menurut saya, kekhawatiran soal disrupsi AI saat ini lebih terasa dibandingkan soal imbal hasil investasi. Investor sedang mencoba memahami potensi risiko yang bisa bersifat sangat mendasar atau bahkan mengancam kelangsungan bisnis. Itu jauh lebih serius dibandingkan sekadar tidak mendapatkan keuntungan sebesar yang diharapkan,” kata Zach Hill, kepala manajemen portofolio dari Horizon Investments.Indeks semikonduktor Philadelphia (.SOX) naik menjelang laporan keuangan kuartalan Nvidia (NVDA.O) yang dijadwalkan rilis setelah penutupan pasar. Saham Nvidia diperkirakan mencatat pertumbuhan laba tahunan sebesar 72,2 persen dengan pendapatan mencapai US$66,2 miliar menurut estimasi analis yang dihimpun LSEG. Kinerja ini didorong oleh derasnya investasi untuk infrastruktur terkait AI.Pergerakan opsi saham Nvidia menunjukkan potensi naik atau turun sekitar 5,6 persen pada Kamis setelah hasil laporan keuangan diumumkan.Indeks S&P Software & Services (.SPLRCIS) yang sebelumnya turun 23 persen sejak awal tahun. Indeks itu menjadi salah satu indeks dengan kinerja paling baik karena mulai bangkit. Saham Axon Enterprise (AXON.O) melonjak setelah produsen Taser itu membukukan laba kuartal keempat di atas perkiraan analis.Sebaliknya, First Solar (FSLR.O) dan Lowe’s Companies (LOW.N) memberikan proyeksi penjualan tahunan yang lebih lemah dari ekspektasi sehingga saham keduanya turun tajam.Setelah laporan Lowe’s yang mengecewakan, saham sektor perumahan (.HGX) dan pengembang rumah (.SPCOMHOME) juga melemah meskipun suku bunga KPR tetap 30 tahun turun ke level terendah dalam 3,5 tahun pekan lalu.Di sektor kebutuhan pokok, produsen minuman beralkohol Brown-Forman (BFb.N) dan Molson Coors (TAP.N) turun setelah perusahaan asal London, Diageo (DGE.L) yang merupakan produsen Johnnie Walker dan Guinness memproyeksikan penurunan penjualan organik 2 persen hingga 3 persen pada 2026 serta memangkas dividen interim menjadi setengahnya.Saham GoDaddy (GDDY.N) juga merosot setelah perusahaan layanan internet itu memproyeksikan pendapatan tahunan di bawah ekspektasi Wall Street.Di tengah volatilitas saham perangkat lunak belakangan ini, nantinya laporan keuangan dari Salesforce (CRM.N), Intuit (INTU.O) dan Snowflake (SNOW.N) diperkirakan akan mendapat perhatian ekstra dari investor.