Pemerintah meluncurkan program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 dengan total kuota 70.000 peserta, dengan pendaftaran yang berlangsung mulai 23 Februari hingga 6 Maret 2026. Foto: Najma Ramadhanya/kumparanPemerintah meluncurkan program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 dengan total kuota 70.000 peserta, dengan pendaftaran yang berlangsung mulai 23 Februari hingga 6 Maret 2026.“Harapan kami tentu (program) ini bisa dioptimalkan. Jadi selain ada program magang nasional untuk lulusan perguruan tinggi, kita juga memberikan alternatif program untuk lulusan SMA dan SMK,” ucap Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (27/2).Ia menambahkan, pemerintah telah menyiapkan anggaran APBN untuk program dengan 70.000 peserta. Tiap peserta pelatihan akan menerima bantuan uang transportasi sebesar Rp 20.000 per hari.“Ya jadi yang pelatihan tadi uang transport ya, uang transport (Rp) 20.000 per orang. Per hari,” ungkap Yassierli.Sementara itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan melalui program tersebut peserta tidak hanya memperoleh manfaat peningkatan dan pembaruan keterampilan, tetapi juga bantuan transportasi, iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), serta sertifikasi kompetensi setelah lulus.Pengunjung mencoba simulator alat berat di salah satu stan pelatihan pada Festival Pelatihan Vokasi dan Job Fair Nasional di Jakarta, Jumat (28/10/2022). Foto: Indrianto Eko Suwarso/Antara Foto“Kompetensinya berbasis BNSP. Dan pada pelatihan tertentu juga disediakan asrama bagi mereka yang mendaftar di luar kota, dari berbeda kota dibanding tempat pelatihan tersebut,” ucap Airlangga dalam kesempatan yang sama.Airlangga menambahkan, program ditargetkan berlangsung dalam tiga batch dengan masing-masing 20.000 peserta, dilaksanakan di 33 unit pelaksana teknis balai pelatihan vokasi dan produktivitas serta satuan pelayanan Kementerian Ketenagakerjaan di berbagai provinsi.“Dengan program ini berbagai bidang antara lain teknologi informasi, komunikasi, bisnis manajemen, pariwisata, kemudian fashion atau tata busana, garmen apparel, otomotif, kemudian juga housekeeping, kelistrikan, mekanisasi pertanian, konstruksi, dan berbagai keterampilan lain yang di website bisa dilihat,” jelas Airlangga.Airlangga mengatakan pelatihan dilakukan secara luring, daring, maupun hybrid dengan lebih dari 820 kelas pada 31 kejuruan.“Dan ini adalah program yang paralel dengan program magang yang sudah dilakukan dan ini orientasinya adalah lulusan SMA dan SMK,” tutur Airlangga.