Pendapatan Tembus Rp 1,08 T Sepanjang 2025, VKTR Genjot Komersialisasi EV

Wait 5 sec.

Salah satu unit Forklift VKTR. Foto: Dok: PT VKTR Teknologi Mobilitas TbkPT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) membukukan pertumbuhan pendapatan sepanjang 2025 meski kinerja bottom line masih tertekan seiring perseroan berada dalam fase investasi dan pengembangan bisnis kendaraan listrik komersial.Berdasarkan siaran pers perusahaan, pendapatan VKTR naik 8,5 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp 1,08 triliun pada 2025 dibandingkan Rp 1 triliun pada 2024. Kenaikan ini mencerminkan peningkatan realisasi pengiriman kendaraan listrik serta kontribusi yang relatif stabil dari segmen manufaktur komponen otomotif.Dari sisi profitabilitas, perusahana masih mengalami kerugian. Rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 11,36 miliar per 31 Desember 2025. Posisi ini berbalik dari laba bersih Rp 7,56 miliar per 31 Desember 2024.Laba kotor turut tumbuh 10,4 persen YoY menjadi Rp 197 miliar dari Rp 178 miliar pada tahun sebelumnya, ditopang perbaikan pricing di segmen kendaraan listrik yang memperkuat margin kotor perseroan. Namun, VKTR masih mencatatkan rugi bersih seiring tingginya biaya ekspansi, pengembangan produk, serta penguatan ekosistem kendaraan listrik yang masih berada pada tahap awal investasi.Salah satu unit Forklift VKTR. Foto: Dok: PT VKTR Teknologi Mobilitas TbkChief Executive Officer VKTR A. Ardiansyah Bakrie mengatakan pertumbuhan kinerja yang dicapai menunjukkan transformasi kendaraan komersial listrik di Indonesia semakin nyata dan VKTR berada di garis depan proses tersebut.“Pertumbuhan yang kami catatkan bukan sekadar capaian bisnis, melainkan bukti bahwa transformasi menuju kendaraan komersial listrik di Indonesia sedang berlangsung dan kami berada di garis terdepan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (27/2). Dari sisi neraca, total aset VKTR meningkat 11,8 persen YoY menjadi Rp 1,79 triliun pada 2025, didorong kenaikan uang muka proyek kendaraan listrik serta penambahan aset tetap. Sementara itu, liabilitas naik 22,2 persen YoY menjadi Rp 553 miliar akibat tambahan pinjaman modal kerja untuk mendukung ekspansi bisnis.Secara operasional, VKTR menyelesaikan pengiriman 50 unit bus listrik untuk operator Transjakarta dari total pesanan 80 unit, sementara 30 unit sisanya tengah dalam tahap penyelesaian karoseri. Sepanjang 2025, perseroan juga menjual 69 kendaraan listrik yang terdiri dari 53 bus, 10 truk, dan 6 forklift ke berbagai pelanggan swasta lintas sektor.Bus listrik produksi anak usaha Grup Bakrie PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR). Foto: Dok. VKTRMemasuki 2026, VKTR menargetkan fase komersialisasi dengan peluncuran portofolio produk yang lebih matang serta peningkatan kontribusi segmen kendaraan listrik terhadap pendapatan. Perseroan juga memproyeksikan penyelesaian sisa proyek Transjakarta akan memperkuat posisi sebagai salah satu pemasok utama bus listrik di Indonesia.Manajemen menegaskan fokus jangka menengah adalah mendorong segmen kendaraan listrik beralih dari fase investasi menuju profitabilitas berkelanjutan melalui optimalisasi kapasitas produksi, efisiensi biaya, serta diversifikasi produk dari bus ke truk listrik.