Penerapan Diskon Tarif Tol 30 Persen Mulai H-9 Lebaran

Wait 5 sec.

Sejumlah kendaraan melaju di Jalan Tol Trans Jawa Ruas Tanjungmas - Srondol, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (25/3/2025). Foto: Makna Zaezar/ANTARA FOTOPemerintah resmi mengumumkan kebijakan diskon tarif tol untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026. Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menyatakan bahwa besaran diskon tahun ini meningkat menjadi 30 persen atau lebih besar dibanding diskon tahun lalu 20 persen.Kebijakan ini akan diterapkan pada seluruh ruas tol, sama persis dengan cakupan ruas pada periode mudik tahun sebelumnya.Dody menjelaskan diskon tersebut sengaja dinaikkan untuk memberikan keringanan lebih bagi para pemudik. “Periodenya panjang kalau nggak salah itu. Sehingga saya, supaya yang mudik itu nggak masuk ke peak (puncak) nya. Jadi, semua dengan cara itu berharap pemudik bisa lebih awal, balik bisa lebih awal,” ujarnya di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (1/3).Terkait periode waktu, Menteri PU mengungkap bahwa penerapan diskon akan dimulai sejak H-9 Lebaran Idul fitri. Durasi ini sengaja dibuat lebih panjang daripada tahun-tahun sebelumnya untuk mendorong masyarakat memulai perjalanan mudik lebih awal. Dengan cara ini, pemerintah berharap pemudik tidak menumpuk di waktu puncak kepadatan, sehingga arus lalu lintas bisa lebih terurai baik saat berangkat maupun saat kembali nanti.Selain insentif tarif, Kementerian PU juga terus memastikan kesiapan fisik jalan tol di sepanjang jalur mudik. Dody menuturkan bahwa proyek perbaikan dan pemeliharaan jalan sebenarnya sudah berjalan intensif sejak sebulan terakhir. “Kondisi jalan tol kan kemarin kan kita sempat keluar jalan tol Sudah kelihatan tuh, sebenarnya pekerjaan jalan tol itu sudah dimulai mungkin sebulan lalu,” kata Dody.Sebagai langkah pendukung tambahan, pemerintah juga menyiapkan ruas jalan tol fungsional sepanjang total 285,195 kilometer yang tersebar di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Secara rinci, wilayah Jawa memiliki enam ruas tol fungsional sepanjang 150,905 km, diikuti wilayah Sumatera dengan dua ruas sepanjang 79,17 km, serta satu ruas di Kalimantan sepanjang 55,12 km. Pengoperasian jalur fungsional ini diharapkan dapat membantu memecah kepadatan di titik-titik rawan macet selama periode mudik Lebaran 2026.