Dari Eropa hingga Asia, Ini Tren Wisatawan ke Turki

Wait 5 sec.

Uskudar Turki. Foto: RauL C7/ShutterstockTurki masih menjadi destinasi wisata favorit bagi wisatawan. Hal ini terbukti dari kunjungan wisatawan yang terus meningkat ke negera tersebut terutama pada musim puncak (peak season) yang berlangsung dari bulan April hingga November. Events Assistant Manager, Türkiye Tourism Promotion and Development Agency, Haluk Sarigul, mengatakan wisatawan Eropa masih mendominasi kunjungan saat musim panas, khususnya ke Istanbul. Bahkan pada periode tersebut, tingkat hunian hotel kerap penuh.“Musim puncak untuk wisatawan Eropa biasanya musim panas. Di periode itu, kamar hotel sering kali sulit ditemukan,” ujarnya saat ditemui kumparan di Turki belum lama ini. Penampakan Blue Mosque, salah satu masjid yang ada di Istanbul Turki. Foto: Ela Nurlaela/kumparanSelain Istanbul, destinasi favorit lainnya adalah Antalya di selatan Turki. Kota pesisir ini disebut memiliki konsep wisata mirip Barcelona, di mana turis bisa menikmati suasana kota sekaligus berenang dan mengunjungi situs-situs kuno dalam satu perjalanan.Istanbul sendiri disebut menerima kunjungan wisatawan sepanjang tahun. Namun lonjakan signifikan terjadi pada musim panas, termasuk saat penyelenggaraan event internasional seperti final kompetisi UEFA Champions League yang pernah digelar di kota tersebut.Lumba-lumba berenang di bawah Jembatan Galata di selat Bosphorus, Istanbul, Turki. Foto: AFP/Yasin AKGULTurki juga memperkuat daya tariknya lewat pengembangan infrastruktur. Salah satu andalan adalah Galataport Istanbul yang menjadi pusat wisata kapal pesiar (cruise tourism).Selain itu, Istanbul Airport disebut sebagai salah satu bandara terbesar di Eropa dengan lebih dari 150 maskapai yang melayani penerbangan ke berbagai destinasi dunia. Bandara ini memiliki tiga landasan pacu untuk lepas landas dan tiga untuk pendaratan yang dapat beroperasi secara bersamaan--fitur teknis yang jarang dimiliki bandara lain.“Istanbul berada di tengah dunia. Kami terbuka untuk semua wisatawan, tanpa diskriminasi,” kata Haluk.Wisatawan Asia dan Amerika Latin BertambahWisatawan mengunjungi Ankara Kastil di Bukit Ankarayama, Ankara, Turki, Rabu (9/4/2025). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTOSelain pasar Eropa, wisatawan dari Asia khususnya Indonesia juga menunjukkan tren pertumbuhan. Haluk menyebut wisatawan Asia kerap datang pada musim berbeda, termasuk saat musim dingin."Untuk wisatawan Indonesia, orang-orang bepergian terutama dengan teman, keluarga, individu. Tergantung preferensi mereka masing-masing,"Wisatawan bermain motor salju di Uludag, Turki. Foto: Aprilandika Pratama/kumparanMenariknya, dalam beberapa tahun terakhir terjadi peningkatan kunjungan dari Amerika Latin. Fenomena ini dipicu oleh popularitas serial televisi Turki yang banyak ditayangkan di kawasan tersebut.“Banyak wisatawan Amerika Latin datang karena mereka menonton serial Turki dan ingin melihat langsung lokasi-lokasi yang muncul di layar kaca,” jelasnya.Turki juga menerima berbagai tipe pelancong, mulai dari wisatawan keluarga, backpacker, hingga penumpang kapal pesiar. Untuk pasar tertentu seperti Timur Tengah, wisata keluarga masih jadi yang utama.