Presiden FIFA: Pemain Tutup Mulut & Rasis Harus Kartu Merah

Wait 5 sec.

Presiden FIFA Gianni Infantino meninjau lokasi KTT ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (26/10/2025). Foto: Chalinee Thirasupa/REUTERSPresiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan bahwa tindakan pemain tutup mulut untuk berucap rasialisme ke lawan wajib mendapatkan hukuman berat. Setidaknya, kartu merah dalam pertandingan harus dikeluarkan.Hal ini merespons insiden beberapa waktu lalu di Liga Champions. Saat pemain Benfica, Gianluca Prestianni, menutup mulutnya dengan baju dan diduga dalam momen itu ia bertindak rasis ke pemain Real Madrid, Vinicius Jr.Gianluca Prestianni lalu dijatuhkan hukuman larangan bermain satu pertandingan oleh UEFA karena diduga melakukan rasialisme ke Vinicius, meski ia membantah tuduhan tersebut. Larangan ini dijatuhkan sembari menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut, dan Prestianni berpeluang mendapatkan hukuman yang lebih berat."Jika seorang pemain menutup mulutnya dan mengatakan sesuatu, dan hal itu berdampak rasis, maka ia jelas harus dikartu merah. Harus ada asumsi bahwa ia telah mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya ia katakan, kalau tidak ia tidak perlu menutup mulutnya," kata Gianni Infantino, dikutip dari BBC.Vinicius Junior (kanan) saat Osasuna vs Real Madrid dalam laga pekan ke-25 Liga Spanyol 2025/26 di Stadion El Sadar, Minggu (22/2) dini hari WIB. Foto: REUTERS/Vincent West“Jika Anda tidak punya sesuatu untuk disembunyikan, Anda tidak akan menutup mulut saat mengatakan sesuatu. Sesederhana itu," lanjutnya.Sementara itu, Vinicius Junior usai laga tersebut sudah angkat bicara soal insiden diduga rasialisme. Ia mengecam tindakan itu dan menilai hal itu hanya dilakukan oleh pengecut.“Orang-orang rasis, pada dasarnya, adalah pengecut. Mereka bahkan perlu menutup mulut mereka sendiri untuk menunjukkan betapa lemahnya mereka,” ucap Vini dikutip BBC.“Namun, mereka mendapat perlindungan dari pihak lain yang seharusnya memiliki kewajiban jelas untuk menghukum mereka dalam situasi seperti ini,” tambahnya.